Bentuk Pertanggungjawaban Saya sebagai Alumni Beasiswa Bidikmisi (2012–2016)


Teman-teman, tulisan ini saya buat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral saya kepada rakyat Indonesia.
Karena jujur saja, apa yang saya capai hari ini berdiri di atas uang rakyat.
Dan saya tidak ingin melupakan itu.
Saya adalah Penerima Beasiswa Bidikmisi
Saya adalah alumni penerima Beasiswa Bidikmisi tahun 2012–2016 sebagai mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Trunojoyo Madura.
Waktu itu, saya mendapatkan:
- Beasiswa full
- Biaya gedung ± Rp2 jutaan
- Biaya semesteran Rp750.000
- Uang saku bulanan Rp600.000 selama 4 tahun
- Uang buku Rp300.000 per tahun selama 4 tahun
- Uang wisuda sekitar Rp2 jutaan
- Pembekalan 2 kali (di dalam & luar kampus, total sekitar Rp2 jutaan)
Terima kasih untuk pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia.
Lewat jalur pendidikan inilah Allah mengangkat derajat saya —
dan itu semua lewat uang kalian.
Dari Desa Terpencil di Madura
Saya berasal dari desa yang sangat terisolir: Palengaan Daya, Pamekasan, Jawa Timur.
Listrik baru benar-benar masuk dan merata sekitar tahun 2014.
Di kampung saya dulu:
- Tidak ada yang tahu apa itu kampus
- Tidak paham apa itu kuliah
- Tidak tahu jalur pendidikan setelah SMA
Yang saya tahu cuma satu:
guru-guru saya di SDN Palengaan Daja 4 adalah superhero saya.
Mereka yang selalu menyemangati saya dan keluarga agar tetap menyekolahkan saya, meskipun:
- Tidak ada contoh orang kuliah di sekitar kami
- Tidak ada role model
- Kami bahkan tidak tahu “kampus itu seperti apa”
Tahun 2000-an, di sekolah tidak ada seragam resmi.
Kami berangkat sekolah pakai apa adanya, sandal jepit pun jadi.
Pulang sekolah cari burung, jam 1 siang lanjut madrasah.
Masuk Kampus Karena Ikut-Ikutan (dan Kena Prank 😆)
Lucunya, waktu saya diterima kuliah,
saya bahkan tidak tahu kampus apa dan di mana saya diterima.
Saya cuma ikut teman SMA daftar ulang.
Kami berangkat hari Sabtu, naik kendaraan umum 3 jam,
dan ternyata kampus libur.
Kami literally kena prank kehidupan.
Semester Awal: Anak Desa Ketemu Teknologi
Semester pertama benar-benar shock.
Bayangin anak pelosok tiba-tiba disuruh belajar teknologi,
padahal pegang komputer aja masih kagok.
Dari uang buku Rp300.000 itu,
saya beli buku “Belajar Membuat Aplikasi Java”.
Saya baca sampai:
- hafal isi bukunya
- coba semua contoh kodenya
- utak-atik sampai error dan bener lagi
Di situ pertama kali saya ngerasa:
“Kayaknya ini dunia saya. Ini yang saya suka.”
Hari Ini: Ini Bentuk Tanggung Jawab Saya
Alhamdulillah, hari ini saya mendirikan perusahaan CV Fenix Teknologi
yang juga dikenal sebagai Abersoft ID.

Perusahaan ini bergerak di bidang:
- Pembuatan website (Landing page dan System)
- Aplikasi (Mobile & Desktop)
- Game (Web, Mobile, Desktop)
Saat ini saya memiliki 15 orang pegawai
dan aktif membayar pajak sesuai peraturan perundang-undangan.
Mungkin kontribusi saya belum seberapa dibanding orang-orang hebat di luar sana.
Tapi ini bentuk pertanggungjawaban paling sederhana yang bisa saya lakukan hari ini.
Penutup: Saya Bangga Jadi WNI 🇮🇩
Kesimpulan akhirnya:
Beasiswa Bidikmisi 2012 sangat tepat sasaran.
Saya bangga menjadi WNI.
Saya bangga keluarga saya WNI.
Dan saya bangga tumbuh dari desa terpencil lalu diberi kesempatan oleh negara.
Terima kasih sebesar-besarnya untuk:
- Pemerintah
- Rakyat Indonesia
- Guru-guru saya
- Semua yang pernah percaya pada anak desa ini
Saya tidak bisa membalasnya dengan apa pun,
kecuali dengan terus berkontribusi sebaik yang saya mampu.
Semoga tulisan ini jadi pengingat:
bahwa uang rakyat yang dipakai untuk pendidikan tidak sia-sia.